Waspada Pneumoni Berat dari China, Ini Imbauan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Soekarno-Hatta :: Nusantaratv.com

Waspada Pneumoni Berat dari China, Ini Imbauan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Soekarno-Hatta

Agar Melakukan Identifikasi Penerbangan Langsung dari Tiongkok dan Hongkong ke Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdana Kusuma Guna Menangkal Pneumoni Berat. 
Waspada Pneumoni Berat dari China, Ini Imbauan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Soekarno-Hatta
Wabah Pneumoni Berat landa China. (France 24)

Jakarta, Nusantaratv.com - Sejak pekan terakhir Desember 2019 sampai dengan minggu pertama Januari 2020, dikabarkan di Kota Wuhan, China, ditemukan pasien-pasien pneumonia atau radang paru-paru berat yang belum diketahui penyebabnya.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama seluruh jajaran kesehatan di Indonesia, termasuk segenap Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten, Kota, Rumah Sakit beserta Puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan swasta, Kantor Kesehatan Pelabuhan, dan Balai Besar, Balai Laboratorium Tehnik Kesehatan, serta Balai Besar, Balai Laboratorium Kesehatan untuk melakukan antispasi.

Sebagai upaya cegah tangkal agar penyakit Pneumoni Berat yang belum diketahui penyebabnya yang sedang terjadi di China dan Hongkong itu tidak masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdana Kusuma, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Soekarno-Hatta, Anas Ma'ruf memberikan imbauan. 

Dia mengatakan semua maskapai yang melayani penerbangan langsung maupun transit dari Tiongkok dan Hongkong untuk segera menyampaikan dokumen kesehatan berupa gendec dan manifest penumpang sesaat setelah mendarat kepada petugas Kesehatan di Pos Kesehatan KKP terminal penerbangan internasional. 

"Meningkatkan pengawasan kedatangan Internasional utamanya penumpang yang datang dari negara terjangkit dengan skrining menggunakan kamera pemindai suhu tubuh (Thermal 
Scanner) dan Surveilans Syndrome," ujar Anas dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/1/2020).

Selain itu, dia juga meminta untuk melakukan identifikasi penerbangan langsung dari Tiongkok dan Hongkong ke Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdana Kusuma baik penerbangan komersil maupun charter. 

"Melakukan sosialisasi kepada lintas sektor terkait seperti maskapai, ground handling, imigrasi, dan sektor lain untuk dapat mengenali secara dini gejala penyakit dan melaporkan kepada petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan," lanjutnya.

"Menayangkan media KIE Elektronik dalam bentuk video maupun digital banner di Bandara," tambah Anas.

Disisi lain, menurut Anas, agar terhindar dari penyakit ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan di antaranya, dengan menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) minimal seperti masker bagi pelaku perjalanan dan petugas yang memiliki risiko tinggi kontak dengan penderita, yaitu personil pesawat, groundhandling, petugas imigrasi dan petugas kesehatan. 

Anas juga menekankan untuk senantiasa menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) seperti menutup hidung dan mulut saat batuk atau bersin, mencuci tangan dengan bersih dengan sabun setelahnya, serta tidak bertukar botol minum atau sejenisnya, menjaga kondisi daya tahan tubuh. 

"Jika mengalami demam, batuk atau sesak nafas segera menghubungi petugas kesehatan," tegasnya. 

Sedangkan bagi pelaku perjalanan menuju Tiongkok dan Hongkong, Anas mengimbau untuk memperhatikan penyebaran penyakit ini.

"Menghindari tempat-tempat berjangkitnya penyakit, serta menghindari kontak langsung dengan penderita yang mengalami demam, batuk, dan sesak napas," tukas Anas. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0