Virus Corona Dapat Merusak Testis, Pasien Pria Disarankan Untuk Tes Kesuburan Setelah Pulih :: Nusantaratv.com

Virus Corona Dapat Merusak Testis, Pasien Pria Disarankan Untuk Tes Kesuburan Setelah Pulih

Memang sejauh ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa virus ini akan mengurangi kesuburan atau kemampuani seksual pria
Virus Corona Dapat Merusak Testis, Pasien Pria Disarankan Untuk Tes Kesuburan Setelah Pulih
Penanganan pasien virus corona / Foto: Istimewa

Jakarta, Nusantaratv.com - Dokter-dokter di Cina mendesak pasien-pasien coronavirus pria untuk menjalani tes kesuburan mereka setelah pulih. Pasalnya, dampak dari  infeksi virus corona atau COVID-19 dapat merusak fungsi testis pria.

Memang sejauh ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa virus ini akan mengurangi kesuburan atau kemampuani seksual pria.  Tetapi petugas medis di Wuhan telah  menyarankan uji kesuburan kepada para pasien pria karena kemungkinan penyakit ini dapat mempengaruhi produksi sperma dan pembentukan hormon seks pria.

Meskipun virus Corona menyerang  paru-paru dan sistem kekebalan tubuh seseorang, secara teori menurut Rumah Sakit Tongji Wuhan, itu dapat mengganggu kemampuan pria untuk bereproduksi. Pandangan tersebut disampaikan oleh Prof Li Yufeng dan timnya di Pusat Pengobatan Reproduksi rumah sakit.

  1. Virus Corona Menggila, UEFA Tak Bisa Jamin Liga Champions Dan Liga Eropa Tetap Bergulir

Rumah Sakit Tongji, yang berafiliasi dengan Universitas Sains dan Teknologi Huazhong, adalah salah satu rumah sakit yang ditunjuk oleh pemerintah untuk merawat pasien coronavirus sejak wabah terjadi di Wuhan pada Januari. Menurut para ahli, coronavirus baru, yang dikenal sebagai SARS-CoV-2, memasuki sel manusia dan menyebabkan kerusakan jaringan dengan mengikat protein lonjakannya ke protein membran sel angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2).

Tim mengklaim, selain dari paru-paru ACE2 juga melimpah di testis pria. Ini dapat terkonsentrasi di beberapa sel yang secara langsung terkait dengan kemampuan reproduksi pria, termasuk sel kuman, sel pendukung dan sel Leydig.

Mereka menambahkan bahwa selama wabah SARS pada 2002 dan 2003, petugas medis mengamati kerusakan sistem kekebalan tubuh yang serius pada testis dari beberapa pasien pria. Sebuah studi mengatakan meskipun dokter tidak mendeteksi coronavirus SARS, atau SARS-CoV, pada testis pasien, mereka dapat menderita peradangan pada organ seksual mereka.

Karena virus corona baru sangat mirip dengan virus corona SARS dan keduanya berbagi ACE2 reseptor sel inang yang sama, tim menyimpulkan bahwa, secara teori, coronavirus baru dapat menyebabkan kerusakan pada testis pria.

"Oleh karena itu, bagi pria yang telah terinfeksi, terutama yang perlu bereproduksi, yang terbaik adalah menjalani tes kesuburan yang relevan, seperti tes kualitas sperma dan kadar hormon, setelah pemulihan untuk mendeteksi masalah yang mungkin terjadi sesegera mungkin," imbuan dari sebuah rumah sakit dikutip Daily Mail Online, Kamis (12/3/2020).

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0