Sudah Sembuh, Pasien Covid-19 di Jepang Kembali Positif untuk Kedua Kalinya :: Nusantaratv.com

Sudah Sembuh, Pasien Covid-19 di Jepang Kembali Positif untuk Kedua Kalinya

Ia bersama dengan 679 penumpang kapal yang terinfeksi dikarantina di lepas pelabuhan Yokohama, Jepang
Sudah Sembuh, Pasien Covid-19 di Jepang Kembali Positif untuk Kedua Kalinya
Warga Jepang antisipasi wabah virus corona / Foto: Ist

Jakarta, Nusantratv.com - Seorang pria Jepang mendapati dirinya positif corona virus Covid-19 untuk kedua kalinya, dua minggu setelah ia dinyatakan sembuh dari penyakit mematikan itu.

Pria berusia 70 tahunan ini awalnya terinfeksi saat berada di kapal pesiar Diamond Princess pada Februari lalu.

Ia bersama dengan 679 penumpang kapal yang terinfeksi dikarantina di lepas pelabuhan Yokohama, Jepang.

Pria Jepang itu kemudian dirawat di fasilitas kesehatan di Tokyo dan dipulangkan ke rumahnya pada 2 Maret setelah hasil tesnya sudah negatif dan dinyatakan sembuh, menurut laporan media lokal. Namun tidak jelas berapa kali ia mendapat hasil negatif.

Tidak lama berselang, pria itu kembali jatuh sakit dengan demam dan panas tubuh 39°C. Ia ke rumah sakit dan di tes pada Jumat lalu, dan pada hari Sabtu ia dikonfirmasi kembali terinfeksi Covid-19.

  1. Mantan Presiden Real Madrid Kabarnya Terjangkit Virus Corona

Ini bukan kasus pertama pasien yang sembuh kembali terinfeksi dengan virus tersebut. Sebelumnya seorang wanita Jepang juga didiagnosa positif lagi dua minggu setelah dinyatakan sembuh.

Hal sama juga terjadi di Cina. Beberapa pasien mendapati hasil tes positif Covid-19 untuk kedua kali setelah dinyatakan sembuh.

Menurut pejabat kesehatan di Guangdong, Cina, 14 persen pasien korona kembali terinfeksi meski mereka telah sembuh.

"Belum jelas apakah orang yang positif untuk kedua kali bisa menularkan virus ini ke orang lain, karena yang berhubungan dekat dengan mereka setelah dipulangkan tampak belum mengalami gejala," ujarnya dilansir The New York Times.

Para ahli menyampaikan kekhawatiran mereka akan kuman virus korona yang tidak terdeteksi saat tes swab.

"Tampaknya swab untuk virus ini tidak dapat diandalkan 100 persen," ujar Prof. Paul Hunter.

Ahli juga khawatir virus ini bisa menjadi infeksi yang 'persisten' yang berarti virus itu bisa berdiam di dalam tubuh pasien selama beberapa waktu dan tiba-tiba bergejolak lagi, seperti halnya virus herpes dan cacar air.

Hingga kini, kasus global Covid-19 sudah mencapai 198,586, dengan 82,755 sembuh dan 7,959 meninggal.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0