Penting Kenali 3 Gejala Awal COVID-19, Apa Saja? :: Nusantaratv.com

Penting Kenali 3 Gejala Awal COVID-19, Apa Saja?

Kondisi COVID-19 Saat Ini Sudah Masuk Kategori Bencana yang Sumbernya Dari Tiga Hal Yakni Alam, Non-alam, dan Sosial.
Penting Kenali 3 Gejala Awal COVID-19, Apa Saja?
Ilustrasi. (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Mengenal gejala awal virus corona (COVID-19) sangat penting. Gejala awal secara umum ditandai dengan 80 persen panas, dan 60 persen batuk, serta pilek.

Jika tanda awal ini diabaikan, nanti akan menjadi berat, dan risiko berikutnya adalah kesulitan bernapas yang ditandai dengan adanya Pneumonia. Hal itu diungkapkan Achmad Yurianto, Juru Bicara (Jubir) Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (COVID-19), di Jakarta, seperti dilansir dari laman setkab.go.id, Kamis (12/3/2020).

Jika kesulitan bernafas maka berikutnya akan jatuh pada kondisi kekurangan oksigen. Begitu berbicara kekurangan oksigen makan akan kompleks, organ yang terkena akan diawali dengan kegagalan ginjal, jantung, liver, akhirnya jatuh pada kondisi multiorgan failure, beberapa organ yang menjadi gagal. Ini menyebabkan kematian," ujar Yuri, sapaan akrabnya. 

Pria yang juga menjabat Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) itu, menyebut seringkali munculnya Pneumonia ini menyebabkan daya tahan tubuh seseorang menjadi turun, maka akan terjadi infeksi opportunistic, yakni infeksi dari bakteri-bakteri yang semula mampu ditahan, tapi sekarang sudah tidak mampu lagi ditahan, sehingga kemudian terjadilah sepsis (komplikasi berbahaya akibat infeksi). 

Baca Juga: Achmad Yurianto: COVID-19 Faktor Pembawa Orang, Bukan Zonasi

Kita di dalam usus besar kita normalnya itu ada bakteri karena bakteri di usus besar itu gunanya adalah untuk membusukkan sisa makanan. Pada kondisi kekebalan kita masih bagus maka jumlah bakterinya terkendali, tapi begitu kemudian kita tidak lagi memiliki daya tahan tubuh yang kuat maka bakterinya akan tumbuh luar biasa banyaknya, dan ini akan berpengaruh pada sistem tubuh, sehingga terjadi infeksi menyeluruh yang kita kenal sebagai sepsis, sepsis bakteri, ini yang sering menyebabkan kematian," lanjutnya. 

Dijelaskannya, dalam Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, kondisi COVID-19 saat ini sudah masuk kategori bencana yang sumbernya dari tiga hal, yakni alam, non-alam, dan sosial. Dia menambahkan untuk bencana non-alam yang disebutkan dalam aturan tersebut adalah wabah.

Ini sudah wabah dan kita sudah melakukan respons, artinya sudah tanggap darurat - tegasnya.

Jangan dimaknai bencana ini kayak gempa bumi gitu ya. Kita sudah melakukan reaksi, sudah melakukan tanggap darurat. Salah satu bentuk tanggap darurat itu adalah tracing, kita kejar, kita cari. Itu adalah bentuk dari tanggap darurat, jadi ini sudah masuk dalam tahapan itu - bebernya. 

Sementara itu, soal antisipasi penyebaran dari kasus Imported Case, Yuri menyampaikan proses deteksi dini sudah dilakukan kepada pendatang yang jika menggunakan thermal scanner maka tidak akan terdeteksi, namun hanya bisa ke-detect dengan menggunakan HAC (Health Alert Card). 

Karena dia merasa dari luar negeri dan berasal dari daerah yang infeksinya cukup tinggi dan dia menerima Health Alert Card maka pada saat dia mulai merasakan tidak enak dia mendatangi beberapa rumah sakit dan kemudian menunjukkan kartunya itu. Inilah yang menjadi upaya deteksi kita - tukas Yuri.
 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
1
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0