Pemeriksaan Virus Corona Bagi WNI Sudah Terakreditasi, Menkes: WHO Sangat Mengapresiasi Indonesia :: Nusantaratv.com

Pemeriksaan Virus Corona Bagi WNI Sudah Terakreditasi, Menkes: WHO Sangat Mengapresiasi Indonesia

Menkes Terawan Sebut Barang-barang yang Diimpor dari China Tetap Aman Karena yang Dilarang Adalah Orang.
Pemeriksaan Virus Corona Bagi WNI Sudah Terakreditasi, Menkes: WHO Sangat Mengapresiasi Indonesia
Menkes Terawan Agus Putranto. (Jay/Humas)

Jakarta, Nusantaratv.com - Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto, mengatakan alat pemeriksaan virus corona bagi para warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China, menggunakan alat dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Atalanta, Amerika Serikat (AS).

"Karena itu tidak diragukan lagi apa yang kita hasilkan. Makanya WHO (Badan Kesehatan Dunia) juga sangat mengapresiasi Indonesia di dalam pemeriksaannya dan sebagainya, dan terbukti kita sudah terakreditasi untuk itu," ujar Menkes Terawan.

Hal itu disampaikan Menkes Terwan usai Rapat Terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat (Jabar), seperti dilansir dari laman setkab.go.id, Rabu (5/2/2020). 

Menurutnya, barang-barang yang diimpor dari China tetap aman karena yang dilarang adalah orang, binatang, dan virusnya. Aturannya, jelas Menkes Terawan, sudah ada karena terbukti yang membawa hewan kesayangan seperti kucing sudah dilarang. 

Baca Juga: Heboh Virus Corona, Raja Firaun Juga Meninggal Karena Virus Mematikan, Virus Apa?

Sementara itu, terkait para turis dari negara lain yang masuk, menteri asal Yogyakarta itu menyampaikan pemeriksaannya sudah sangat ketat dengan diperiksa satu per satu menggunakan detector, kemudian menggunakan hand gun thermal, serta pengecekan surat-surat kesehatan yang bersangkutan. 

Pemeriksaan tersebut, lanjut Menkes Terawan, berlaku pada semua pintu masuk internasional gerbang Indonesia, baik itu pelabuhan laut, udara, termasuk perlintasan darat. 

Sedangkan WNI yang berada di Natuna, menurut pria berusia 55 tahun itu, semua dalam keadaan sehat. "Jangan, jangan ada yang positif lah kita berdoa. Karena setiap kata kita itu doa," imbuhnya. 

Disisi lain, soal warga negara Asing (WNA) yang ikut, ungkap Menkes Terawan, karena istri dan anaknya WNI, sehingga tidak mungkin ditinggal dan bukan warga negara China, melainkan warga negara dari Eropa.

"Nggak ada masalah karena dia juga kemanusiaan. Anaknya sama istrinya dibawa, kamu sebagai manusia piye hayo (gimana coba). Nggak boleh lah, kita ini bangsa Indonesia bangsa yang arif yang betul-betul ingin membantu semua orang. Tapi juga ingin melindungi bangsa dan negara kita," tambah Menkes Terawan.

Mengenai penemuan baru virus corona lewat kotoran, sebut Menkes Terawan, hal itu tidak benar. Dia menyampaikan agar jangan dan tidak mengikuti berita hoaks. "Nggak ada lah, kita jangan mudah termakan isu lah. Dan ini masyarakat kita sekarang ini kan masyarakat yang betul-betul cerdas. Mereka tahu semua," tuturnya.

Baca Juga: Bagaimana Virus Korona Dapat Menyebar Dalam Dua Bulan?

Dikataknnya, Pemerintah juga sangat terbuka, bahkan WNI yang sehat dan ada di Natuna juga sudah bisa pegang handphone semua. "Bukan sudah pegang, suruh nyala, suruh nelpon ke mana sudah terserah. Itu menunjukkan kita itu sangat terbuka. Pemerintah itu sangat open (terbuka)," cetusnya. 

Kendati makanan boleh masuk, namun Menkes Terawan menyampaikan orang China tetap dilarang untuk masuk. "Ya kirim kontainer itu tehnik-tehnik dari mereka bagaimana. Yang paling penting orangnya nggak boleh masuk Indonesia," tegasnya. 

Soal pengontrolan ke Natuna, Menkes Terawan menyebut tetap melakukan, namun jika dipanggil untuk melakukan Ratas (rapat terbatas) maupun RDP (rapat dengar pendapat) setelah itu kembali lagi ke Natuna.

"Iya ke sana. Ya sama dengan ke kantor, kantor saya di Kemkes, ya kadang-kadang di kantor, kadang-kadang pergi mengunjungi habis itu balik lagi ke kantor, kan gitu sama aja," tukas Menkes Terawan.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0