Mengenal Depresi Tersenyum, Si "Pembunuh" Mental yang Tak Bisa Dianggap Sepele :: Nusantaratv.com

Mengenal Depresi Tersenyum, Si "Pembunuh" Mental yang Tak Bisa Dianggap Sepele

Smilling depresion atau depresi tersenyum adalah kondisi seseorang yang tampak bahagia di depan orang banyak ketika sebenarnya mengalami gejala depres
Mengenal Depresi Tersenyum, Si
(Irishtimes)

Nusantaratv.com - Istilah “smiling depression” atau “depresi tersenyum”, belakangan menjadi semakin populer. Kondisi ini sering dikaitkan dengan banyaknya penyebab kejadian bunuh diri. Lalu, apa sebenarnya depresi tersenyum itu? 

Smilling depresion atau depresi tersenyum adalah kondisi seseorang yang tampak bahagia di depan orang banyak ketika sebenarnya mengalami gejala depresi berat. 

Melansir The Conversation, walau depresi tersenyum bukan istilah teknis yang digunakan para psikolog, tapi istilah ini merujuk pada orang yang mungkin mengalami depresi dan berhasil menutupi gejalanya seolah nampak baik-baik saja. 

Istilah teknis terdekat untuk kondisi ini adalah “depresi atipikal”. Bahkan, sebagian besar orang yang mengalami suasana hati yang kacau dan kehilangan kesenangan dalam beraktivitas berhasil menyembunyikan kondisi mereka dengan cara ini. 

Dan orang-orang ini mungkin sangat rentan untuk bunuh diri.

Mungkin sangat sulit untuk menemukan orang yang menderita depresi tersenyum.

 Mereka mungkin terlihat seperti mereka tidak punya alasan untuk bersedih–mereka punya pekerjaan, tempat tinggal, dan bahkan pasangan. 

Mereka tersenyum ketika Anda menyapa mereka dan dapat bercakap tentang hal yang menyenangkan. Singkatnya, mereka mengenakan topeng ke dunia luar sambil menjalani kehidupan yang tampaknya normal dan aktif.

Namun di dalam, mereka merasa hancur,  terkadang bahkan berpikiran untuk mengakhiri semuanya.

 Kekuatan yang harus mereka jalani dalam kehidupan sehari-hari dapat membuat mereka sangat rentan untuk merencanakan bunuh diri. Ini berbeda dengan bentuk depresi lainnya, saat orang mungkin memiliki ide bunuh diri tapi tidak punya cukup energi untuk bertindak berdasarkan niat mereka.

Meski orang-orang dengan depresi tersenyum menunjukkan “wajah bahagia” kepada pada dunia luar, mereka dapat mengalami perbaikan suasana hati mereka sebagai akibat dari kejadian positif dalam kehidupan mereka. 

Misalnya, mendapatkan pesan teks dari seseorang yang mereka ingin dengar atau mendapat pujian di tempat kerja dapat membuat mereka merasa lebih baik selama beberapa saat sebelum kembali ke perasaan yang kacau.

Gejala lain dari kondisi ini termasuk makan berlebihan, merasakan berat di bagian lengan dan kaki dan mudah tersinggung oleh kritik atau penolakan. 

Orang dengan depresi tersenyum juga lebih cenderung merasa tertekan di malam hari dan merasa perlu tidur lebih lama dari biasanya. Namun, dengan bentuk-bentuk depresi lainnya, suasana hati Anda mungkin lebih buruk di pagi hari dan Anda mungkin merasakan keinginan untuk tidur lebih sebentar dari biasanya.

Depresi tersenyum tampaknya lebih umum terjadi pada orang dengan temperamen tertentu. 

Khususnya, hal ini dikaitkan pada keadaan lebih cenderung untuk mengantisipasi kegagalan, mengalami kesulitan mengatasi situasi yang memalukan dan cenderung merenungkan atau secara berlebihan memikirkan situasi negatif yang telah terjadi.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
1
love
0
funny
0
angry
0
sad
1
wow
0