Apa Sih, yang Dipikirkan Para Psikopat? :: Nusantaratv.com

Apa Sih, yang Dipikirkan Para Psikopat?

Mereka sangat sulit memiliki hubungan karena mereka tidak memiliki kebaikan dan empati sosial. 
Apa Sih, yang Dipikirkan Para Psikopat?
(Daily Mail)

Nusantaratv.com- The Mayo Clinic menggambarkan psikopati sebagai gangguan kepribadian di mana, orang tersebut biasanya tidak menghargai benar dan salah. 

Mereka mungkin sering melanggar hukum dan hak orang lain. Seringkali, psikopat memiliki sedikit empati, perilaku antisosial dan kurangnya hambatan.

Melansir Science of People, peneliti psikopat menemukan bahwa psikopat sering memiliki sifat-sifat yang sama:

  • Kurangnya empati, rasa bersalah, hati nurani atau penyesalan
  • Pengalaman dangkal perasaan atau emosi
  • Impulsif dan lemahnya kemampuan untuk menunda kepuasan dan mengendalikan perilaku
  • Pesona dangkal dan glibness
  • Tidak bertanggung jawab dan kegagalan menerima tanggung jawab atas tindakan mereka
  • Rasa muluk dari nilai mereka sendiri

Tanda Peringatan Psikopat

Psikopat biasanya sangat impulsif dan sangat emosional. Mereka berisiko tinggi terhadap penyalahgunaan zat dan penahanan.

 Menurut Joseph Newman di University of Wisconsin, "Psikopat kriminal sekitar tiga kali lebih mungkin melakukan kekerasan daripada pelanggar lainnya dan sekitar dua setengah kali lebih mungkin melakukan tindakan antisosial lain seperti berbohong dan eksploitasi seksual." 

Mereka sangat sulit memiliki hubungan karena mereka tidak memiliki kebaikan dan empati sosial. 

Peneliti meyakini bahwa psikopati berakar pada anak usia dini. Anak-anak yang menunjukkan kurangnya rasa takut awal, ketidakpedulian terhadap teman sebaya dan tampak berperasaan dalam menghadapi emosi berada pada risiko terbesar.

Otak Seorang Psikopat

Para peneliti percaya bahwa psikopat memiliki pola aktivitas otak yang berbeda dari non-psikopat. Secara khusus, kurang menunjukkan aktivitas di amigdala di mana rasa takut diproses dan di korteks frontal orbital atau daerah di mana pengambilan keputusan terjadi. 

Satu studi menemukan bahwa orang dengan gangguan kepribadian antisosial (sering dikaitkan dengan perilaku psikopat) memiliki volume rata-rata 18% lebih sedikit di girus frontal otak.

Dalam studi lain dari Archives of General Psychiatry, para peneliti membandingkan 27 psikopat dengan 32 non-psikopat dan menemukan bahwa psikopat memiliki volume lebih sedikit dalam amygdala mereka - di mana empati, pemrosesan rasa takut, dan pengaturan emosi terjadi. 

Studi ini juga menemukan bahwa psikopat memiliki lebih sedikit aktivitas di area otak yang memproses empati.
 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0