Sebanyak 372 Peserta BPJS Turun Kelas, Wapres: Tidak Masalah :: Nusantaratv.com

Sebanyak 372 Peserta BPJS Turun Kelas, Wapres: Tidak Masalah

Menurut dia masyarakat berhak melakukan penyesuaian kelas sesuai kemampuan masing-masing
Sebanyak 372 Peserta BPJS Turun Kelas, Wapres: Tidak Masalah
Wapres Ma'ruf Amin (kiri).

Jakarta, Nusantaratv.com - Sebanyak 372 ribu peserta BPJS memilih turun kelas karena kenaikan iuran. Menurut Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin hal itu bukanlah sebuah masalah.

Baca juga: Wapres Ma'ruf Dukung Penuntasan Kasus Jiwasraya 

"Saya pikir yang kenaikan terus apa itu mungkin tidak banyak itu saya kira. Menurut saya, tidak menjadi masalah kalau orangnya memang mau turun kelas ya sesuai dengan kemampuannya. Saya kira nggak ada masalah," kata Ma'ruf di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (15/1/2020).

Menurut dia, para peserta berhak menurunkan kelasnya untuk menyesuaikan dengan kemampuan mereka. Ia tak risau apabila nantinya kondisi ini menimbulkan penumpukan di satu kelas.

"Pertama kan jumlahnya tidak terlalu signifikan. Kedua, kan sudah diatur pelayanan kesehatan itu berjenjang, dari layanan kesehatan tingkat pertama kemudian baru tingkat lanjutan. Nah, biasanya kan kalau antrean panjang itu kalau ngumpul, tidak melalui jenjang," jelas dia.

"Ketiganya, pemerintah terus menambah fasilitas-fasilitas layanan kesehatan. Jadi menurut saya tidak masalah," imbuh Ma'ruf.

Lebih lanjut, pemerintah telah merangkul para keluarga dengan ekonomi ke bawah untuk menikmati pelayanan BPJS ini.

"Kalau yang tidak mampu itu kan sebenarnya sudah masuk dalam kategori yang dibayari oleh pemerintah. Jadi tidak ada masalah kalau yang tidak mampu itu berbeda statusnya," tandasnya. 

Diketahui, iuran BPJS Kesehatan naik sejak awal tahun 2020. Kenaikannya hingga 100 persen di semua kelas penerima manfaat. Supaya masyarakat tetap membayar, BPJS menawarkan penurunan kelas, sehingga peserta bisa menyesuaikan dengan kemampuannya.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0