RS Sudah Bisa Ajukan Klaim COVID-19 ke Kemenkes :: Nusantaratv.com

RS Sudah Bisa Ajukan Klaim COVID-19 ke Kemenkes

Rumah Sakit Diberi Kesempatan Mengusulkan Pembiayaan Pasien COVID-19 per Dua Minggu Sekali.
RS Sudah Bisa Ajukan Klaim COVID-19 ke Kemenkes
Ilustrasi. (Seatrade Maritime)

Jakarta, Nusantaratv.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktur Jenderal Anggaran (DJA) Askolani mengatakan rumah sakit (RS) kini sudah dapat mengajukan klaim penanganan virus corona (COVID-19) ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Hal ini disampaikannya dalam video conference bersama Direktorat Jenderal Anggaran (DJA), Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) tentang bantuan sosial (bansos) di Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Standar biaya untuk penanganan COVID-19 telah diterbitkan oleh Kemenkes sehingga RS dapat segera mengklaim biaya penanganan COVID-19 sejak Februari 2020.

"Sudah koordinasi dengan Kemenkes untuk standar biaya paket COVID-19, mulai dari biaya perawatan, biaya dokter sampai musibah kematian sudah diusulkan Kemenkes dan disetujui Kemenkeu. Standar biaya ini, untuk pasien COVID-19 semua biaya ditanggung Pemerintah, diperhitungkan sejak Februari," kata Askolani, dalam keterangannya, seperti dilansir dari laman kemenkeu.go.id, Rabu (8/4/2020).

Baca Juga: Puskesmas Sediakan Layanan Periksa Virus Corona 

Disebutkan cara mengklaim biaya RS adalah RS akan konsolidasi mengusulkan biaya ke BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), kemudian BPJS diminta untuk memverifikasi RS. Lalu BPJS menyampaikan ke Kemenkes untuk biaya yang harus dibayarkan masing-masing RS.

RS diberi kesempatan mengusulkan pembiayaan pasien COVID-19 per 2 minggu sekali agar mobilitasnya lebih cepat dan membantu cashflow RS. Klaim usulan RS itu setelah diterima Kemkes akan direimburse 50 persen dulu dari klaim. 

Sisanya diverifkasi (dihitung) BPJS dengan cepat dalam hitungan hari, kemudian baru dicairkan Kemenkes. Kemenkeu juga mendorong Kemenkes untuk mempercepat insentif tenaga medis untuk dokter spesialis, dokter umum, perawat, tenaga medis lainnya sejak penangangan COVID-19 dilaksanakan.

Dalam kesempatan itu, dia meng-update informasi bantuan sosial (bansos) seperti yang tercantum dalam Perppu Nomor 1 Tahun 2020. Perpu tersebut sedang dalam tahap konsolidasi internal di DPR mengenai waktu untuk segera dibahas dengan Pemerintah.

Turunan Perppu tersebut juga sudah ditetapkan Perpres mengenai rincian APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) 2020 yang update dimana posisi fiskal APBN 2020 diarahkan untuk mendukung penanganan kesehatan, Jaring Pengaman Sosial (sosial safety net), dunia usaha secara kompreshensif dan relaksasi defisit fiskal 5,07 persen dari PDB.

Dari sisi kesehatan, Kemenkeu telah menggelontorkan Rp3,3 triliun untuk penanganan COVID-19 yang diserahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) untuk disalurkan ke masyarakat. BNPB sebagai pemandu Gugus Tugas juga mempercepat pengadaan alat kesehatan (alkes). Mereka juga didampingi KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk menjaga akuntabilitas.

"Kami dari Kementerian Keuangan untuk penanganan COVID-19 sudah men-support dana awal Rp3,3 triliun yang dominan dipakai untuk kesehatan dan terkait. Anggaran sudah dilaksanakan BNPB," jelas Askolani.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0