Rempah Asal Indonesia ‘Tangkal’ Virus Corona COVID-19? :: Nusantaratv.com

Rempah Asal Indonesia ‘Tangkal’ Virus Corona COVID-19?

Curcumin pada jahe, kunyit, sereh dan temulawak yang biasa dibuat bumbu masak membuat virus corona 'ogah' dengan tubuh orang Indonesia.
Rempah Asal Indonesia ‘Tangkal’ Virus Corona COVID-19?
Curcumin yang ada pada jahe, kunyit, dan temulawak disinyalir dapat tangkal virus corona./minews.id

Nusantaratv.com - Maraknya wabah virus corona membuat para ahli sibuk melakukan penelitian untuk mencari obat penangkal terhadap virus yang menyebar dari kota Wuhan, China itu.

Menurut kompas.com virus corona telah memakan korban meninggal dunia sebanyak 1.873 orang dan 73.429 orang telah terinfeksi virus yang belum ada penangkalnya ini.

Baru-baru ini sebuah artikel dengan judul ‘Seorang Peneliti Surabaya Temukan Penangkal Virus Corona’ viral di grup-grup percakapan di telepon genggam. Artikel menuturkan penjelasan dan temuan dari Guru Besar Biokimia dan Biologi Molekuler Universitas Airlangga Chaerul Anwar Nidom yang dikaitkan dengan situasi wabah virus corona COVID-19 saat ini.

Disebutkan bahwa untuk menangkal virus corona adalah dengan menangkal badai sitokin yang tak lain sebuah proses biologis dalam paru karena adanya infeksi virus corona. “Untuk menangkal badai sitokin terdapat pada : curcumin yang ada pada jahe, kunyit, sereh dan temulawak yang biasa dibuat bumbu masak serta minuman segar,” bunyi isi artikel itu.

Dalam artikel itu pula Nidom menyebutkan kalau obat-obat herbal itu sudah biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu dapat dipahami bahwa virus corona belum menyebar di Indonesia. “Bisa jadi karena masyarakat Indonesia terbiasa minum jamu atau bisa juga karena virus itu tidak sesuai dengan kondisi tubuh masyarakat Indonesia,” katanya di artikel itu.

Baca Juga: Wow! Ilmuwan Mulai Uji Coba Vaksin Coronavirus pada Hewan

Nidom yang berpengalaman menghadapi wabah virus flu burung pada 2005 lalu menyarankan masyarakat tidak menunggu obat-obat yang dikeluarkan industri farmasi. “Konsumsilah apa yang biasa dilakukan. Kami sudah pernah mempunyai pengalaman-pengalaman yang lalu. Jadi produk-produk di daerah, tumbuhan-tumbuhan di Indonesia sudah cukup mampu menangkal (virus corona).”

Dihubungi terpisah pada Jumat, 14 Februari 2020, Nidom menyatakan kalau tidak ada yang keliru dari artikel yang viral itu. Dia hanya menegaskan bahwa riset praklinis dengan curcumin seperti yang dijelaskan dalam artikel itu dilakukannya terhadap virus corona penyebab flu burung atau yang lebih dikenal sebagai virus H5N1.

“Yang agak lewat dari berita tersebut, formulasi curcumin, langsung dihubungkan dengan COVID-19, padahal virusnya saat itu belum ada,” kata sang profesor yang juga Ketua Tim Riset CoV-Formulasi Vaksin di Laboratorium Profesor Nidom Foundation itu.

Namun Nidom juga mengimbau masyarakat tidak perlu risau dengan wabah virus corona yang sekarang dan meminta kebiasaan minum jamu dan masak dengan bumbu lengkap diteruskan. Alasannya, formulasi Curcumin, seperti juga teh putih dan cokelat yang pahit terbukti efektif menangkal virus flu burung yang, menurutnya, “Keganasannya melebihi virus COVID-19 saat ini.”

Sumber: tekno.tempo.co

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0