Pahami COVID-19, Achmad Yurianto: Virus Tak Bisa Hidup Sendiri, Butuh Inang :: Nusantaratv.com

Pahami COVID-19, Achmad Yurianto: Virus Tak Bisa Hidup Sendiri, Butuh Inang

Cara Paling Sederhana Mengendalikan Virus Corona Dengan Menggunakan Masker Wajah Supaya Saat Droplet Tidak Terbuang ke Mana-Mana.
Pahami COVID-19, Achmad Yurianto: Virus Tak Bisa Hidup Sendiri, Butuh Inang
Achmad Yurianto, Jubir Penanganan COVID-19. (Jay/Humas).

Jakarta, Nusantaratv.com - Juru bicara penanganan wabah virus corona (COVID-19), Achmad Yurianto, mengatakan agar terlebih dahulu memahami COVID-19. Menurutnya, sebagaimana virus lainnya membutuhkan inang dan hanya bisa hidup di dalam sel yang hidup. Hal itu sama halnya seperti benalu di pohon.

"Benalu ini bisa hidup kalau pohonnya hidup, kalau pohonnya mati pasti benalunya ikut mati. Demikian juga dengan virus dia hidup di dalam sel yang hidup. Sel yang hidup itu ada di saluran pernafasan orang yang sakit," ujar Yurianto, di Jakarta, dilansir dari laman setkab.go.id, Rabu (4/3/2020).

Pada saat seseorang berbicara, batuk, maupun bersin, ungkap Yurianto, maka sebagian selnya ini terlepas atau terlempar yang dalam istilah kesehatan disebut dengan droplet. 

"Oleh karena itu logika kita, sehebat apapun orang sakit itu nggak mungkin droplet-nya, percikkan ludahnya itu terlemparnya sampai 1 kilo dari mulutnya, pasti sekitar 1 meter. Oleh karena itu persyaratannya adalah kontak dekat," lanjut pria yang juga menjabat Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) itu.

Baca Juga: Jokowi Tegaskan Pemerintah Berupaya Maksimal Cegah Meluasnya Wabah Virus Corona 

Selanjutnya, dia menyebut sel manusia apabila lepas dari tubuh manusia di dalam iklim Indonesia dengan paparan ultraviolet, suhu, kelembaban yang seperti ini rata-rata hanya akan bertahan 10 hingga 15 menit setelah itu akan mati baik indoor maupun outdoor.

"Sama dengan percikan darah kita kalau kemudian berada di daerah yang tertetes di mana pun nggak sampai 10 menit sel darahnya akan mati. Begitu sel itu mati, maka virus yang menumpang di dalamnya pasti ikut mati. Oleh karena itu kemudian pertanyaannya, apakah logis kalau kemudian tanpa kontak dekat, jarak jauh bisa sakit? Nggak mungkin," tambahnya.

Cara paling sederhana mengendalikan, menurut Yuri, sapaan akrabnya, siapapun yang sedang sakit, yakni batuk atau pilek, bukan hanya karena COVID-19, sebaiknya menggunakan masker wajah supaya saat droplet tidak terbuang ke mana-mana.

"Kita minta yang sakit pakai masker. Bahkan kalau perlu mari kita tegur dengan cara yang baik apabila ada teman kita batuk dan pilek nggak pakai masker," imbuhnya.

Lebih lanjut, dia menyebut jika virus ini akan masuk melalui mulut, bisa masuk sekalipun memakai masker dan ini yang paling sering terjadi.

"Ada orang lain batuk, percikan dia kena pintu, percikan dia misalnya batuk tutup pakai tangan setelah itu gantung lagi di bis, kemudian kita pakai masker pegangan, maka akan ada transfer ke tangan kita, kemudian dia kita dikasih gorengan gratis. Setebal apapun masker kita kalau dapat gorengan pasti dibuka. Itulah masuknya di situ," tukas Yurianto.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
1
love
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0