Kendalikan Rokok Elektrik, Kemenkes Sebut Harus Libatkan Banyak Pihak :: Nusantaratv.com

Kendalikan Rokok Elektrik, Kemenkes Sebut Harus Libatkan Banyak Pihak

Kemenkes Terus Konsisten Menyampaikan Pesan Kepada Pemangku Kekuasaan untuk Memberikan Perhatiannya Terhadap Vape.
Kendalikan Rokok Elektrik, Kemenkes Sebut Harus Libatkan Banyak Pihak
Ilustrasi rokok elektrik. (Ungthuvietnam)

Jakarta, Nusantaratv.com - Saat ini muncul kekhawatiran baru dari perubahan perilaku perokok dari menggunakan rokok biasa menjadi rokok elektrik (vape). Sedangkan untuk pengendalian vape di Indonesia harus melibatkan banyak Lembaga dan Kementerian.

Hal ini diungkapkan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Cut Putri Arianie, di Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Berdasarkan Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) 2018, menyebut prevalensi perokok elektrik di rentang usia 10 hingga 18 tahun di Indonesia mencapai 2,7 persen, meningkat 0,7 persen dibandingkan dengan 2016 dari data Sirkesdas. Dimana kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok umur di atas 15 tahun, yakni 10,9 persen atau naik sekitar 9,7 persen dibandingkan dengan 2016.

Dijelaskan Cut Putri, vape termasuk dalam produk yang tercantum dalam Undang-Undang (UU) Kesehatan PP (Peraturan Pemerintah) Nomor 109 Tahun 2012 mengenai Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL), akan tetapi dalam realisasinya pengendalian produk tidak menjadi tugas dari Kemenkes.

Baca Juga: Wabah Pneumonia Misterius di China, Kemenkes Minta Masyarakat Waspada

"Kita selalu memberikan rekomendasi. Kenaikan cukai rokok tembakau kemarin juga rekomendasi Kemenkes, penerapan kawasan tanpa rokok juga rekomendasi dari Kemenkes. Tapi kemenkes tidak bisa bersuara sendirian, harus disanding dengan aspek ekonomi oleh mereka (Lembaga dan Kementerian lainnya)," ujar Cut Putri.

Cut Putri mengungkapkan Kemenkes terus konsisten menyampaikan pesan kepada pemangku kekuasaan untuk memberikan perhatiannya terhadap masalah ini. Terlebih, bahaya mengonsumsi vape kini semakin nyata.

"Yang menjadi pertanyaan, apa tanggung jawab dan kontribusi mereka kepada dampak kesehatannya? Kami ini bekerja dalam senyap. Harusnya memang yang dipengendalian itu bukan tugas kita. Hal ini seiring dengan perwujudan visi Presiden SDM Unggul, sehingga semua harus memberikan peran," tukas Cut Putri.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0