Jokowi Tambah Manfaat BPJS Ketenagakerjaan :: Nusantaratv.com

Jokowi Tambah Manfaat BPJS Ketenagakerjaan

Anak pekerja yang alami kecelakaan kerja akan menerima beasiswa di setiap jenjang
Jokowi Tambah Manfaat BPJS Ketenagakerjaan
Kartu BPJS Ketenagakerjaan. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Pemerintah menambah manfaat program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan.

Baca juga: Kata Jokowi Menkes Temukan Jurus Atasi Defisit BPJS Kesehatan 

Penambahan manfaat berlangsung setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2019 tentang perubahan atas PP 44 Tahun 2015, tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

Dalam perluasan manfaat JKK, pekerja yang mengalami kecelakaan bakal ditanggung sampai sembuh berapa pun biayanya untuk kebutuhan medis. Penambahan manfaat JKK pada perubahan PP 44 Tahun 2015, salah satunya perawatan di rumah alias homecare.

Lebih detail dalam perawatan pengobatan di JKK, ada dua perluasan manfaat yakni homecare dan pemeriksaan diagnostic. Tak tanggung biaya homecare maksimal sebesar Rp 20 juta per tahun.

Sedangkan pemeriksaan diagnostic bertujuan untuk pemeriksaan dalam rangka penyelesaian kasus penyakit akibat kerja. Upaya ini guna memastikan pengobatan dilakukan sampai tuntas.

Di samping itu, manfaat JKK juga ditingkatkan dalam biaya transportasi untuk mengangkut pasien yang mengalami kecelakaan. Biaya transportasi dinaikkan dari Rp 1 juta menjadi maksimal Rp 5 juta. Sedangkan biaya transportasi angkutan laut naik dari Rp 1,5 juta menjadi  Rp 2 juta. Lalu angkutan udara dinaikkan menjadi Rp 10 juta dari sebelumnya Rp 2,5 juta.

Di samping itu, jika pekerja mengalami kecelakaan saat bekerja, dan mengalami cacat total, bahkan meninggal dunia, akan ada tanggungan biaya pendidikan untuk anak pekerja yang mengalami risiko tersebut. Beasiswa ini diberikan setiap jenjang, sejak taman kanak-kanak (TK) hingga kuliah.

Sehingga, tidak ada lagi anak-anak putus sekolah, akibat orang tuanya meninggal atau cacat total akibat kecelakaan kerja.

Sebelum ini, beasiswa hanya dibatasi Rp 12 juta untuk setiap peserta, tak memperhitungkan jumlah anak. Tapi, nantinya beasiswa akan diberikan untuk dua orang anak peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Besaran jumlah beasiswa ditentukan tingkat pendidikan, pertama,l pendidikan TK sampai dengan SD atau sederajat sebesar Rp 1,5 juta per tahun untuk setiap orang, dengan menyelesaikan pendidikan maksimal 8 tahun.

Kedua, pendidikan SLTP atau sederajat sebesar Rp 2 juta per orang setiap tahun dengan menyelesaikan pendidikan maksimal 3 tahun. Ketiga, pendidikan SLTA atau sederajat sebesar Rp 3 juta per tahun, dengan menyelesaikan pendidikan maksimal 3 tahun.

Keempat, pendidikan tinggi maksimal strata 1 atau pelatihan sebesar Rp 12 juta per tahun dengan menyelesaikan pendidikan maksimal 5 tahun.

Pengajuan klaim beasiswa dilakukan setiap tahun, dan bagi anak dari peserta yang belum memasuki usia sekolah sampai dengan sekolah di tingkat dasar, saat peserta meninggal dunia atau cacat total, beasiswa diberikan pada saat anak memasuki usia sekolah. Terakhir beasiswa berakhir pada saat anak peserta mencapai usia 23 tahun, menikah atau bekerja.

Penambahan manfaat dari JKK lainnya yakni santunan cacat total tetap pun naik dari Rp 6 juta, menjadi 12 juta untuk 24 bulan.

Sedangkan kematian akibat kecelakaan kerja, biaya pemakaman naik dari Rp 3 juta, menjadi Rp 10 juta. Selain itu, santunan berkala meninggal dunia dari Rp 6 juta menjadi Rp 12 juta per 24 bulan.

Perubahan tak hanya untuk kecelakaan kerja, tapi juga program jaminan kematian. Santunan kematian naik dari Rp 16,2 juta menjadi Rp 20 juta. Kedua, santunan berkala meninggal dunia dari Rp 6 juta untuk 24 bulan, menjadi Rp 12 juta.

Ketiga, biaya pemakaman naik dari Rp 3 juta, menjadi Rp 10 juta. Sementara untuk beasiswa juga mengalami perubahan dengan poin-poin yang sama dengan manfaat jaminan kecelakaan kerja.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0