Ini Cara Kerja Rapid Test Corona :: Nusantaratv.com

Ini Cara Kerja Rapid Test Corona

Hari ini rencananya rapid test dari China tiba di Indonesia
Ini Cara Kerja Rapid Test Corona
Rapid test corona. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta dilakukannya rapid test virus corona di Indonesia secara massal guna mendeteksi virus mematikan itu.

Baca juga: Abaikan Jokowi dan Anies, Warga: Kami Takut Corona, Tapi Lebih Takut Gak Punya Uang 

Rapid test dilakukan guna mendeteksi secara dini seseorang tertular covid-19 atau tidak.

Lalu bagaimana cara kerja rapid test ini?

Hampir semua rapid test yang dilakukan di Australia dimulai dengan sampel yang diambil dari hidung atau belakang tenggorokan, atau keduanya memakai swab khusus.

Menurut Michael Harrison, ahli patologi dan CEO bisnis patolofi yang berbasis di Brisbane, Sullivan Nicolaides, perusahannya telah melakukan sekitar 1.500 rapid test per hari di laboratorium mereka.

"Hidung dan bagian belakang tenggorokan adalah dua situs tempat virus bereplikasi," ujar Harrison.

Karenanya penyeka mengambil sel-sel di mana virus berada. Tes swab dipakai untuk mencocokkan bahan genetik yang ditangkap pada swab, dengan kode genetik corona.

Staf medis pengambil sampel perlu memakai alat pelindung diri termasuk sarung tangan, masker, pakaian khusus, serta pelindung wajah.

Dokter umum di Melbourne dan dosen perawatan primer di University of Melbourne Dr Chance Pistoll, mengatakan sangat penting bagi tenaga medis memiliki peralatan pelindung yang cukup.

Menurutnya, siapa pun yang merasa berpotensi terjangkit corona harus menelepon terlebih dahulu dan mengikuti sistem yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang untuk melindungi pasien, orang lain, serta staf medis.

Pistoll mengatakan, apabila seseorang diuji covid-19, sangat penting untuk melakukan isolasi diri hingga hasil tes keluar.

"Anda harus berada dalam pengasingan sendiri sampai tahu hasilnya. Jika telah diuji, harus menganggap Anda memilikinya sampai tahu bahwa Anda tidak memilikinya," kata dia.

Adapun usai spesimen diambil dan disegel, selanjutnya dipindahkan ke laboratorium dan diuji dalam batch.

Teknik yang dipakai yaitu reaksi berantai polimerase atau PCR.

Sampel melalui proses yang sebagian besar otomatis mengekstraksi materi genetik, sebelum ditempatkan ke dalam mesin PCR dalam batch.

Direktur Doherty Institute Prof Sharon Lewin memaparkan, teknik PCR yang dipakai untuk covid-19 juga dipakai pada pengujian HIV, Hepatitis C, serta influenza.

"Cara untuk melakukan ini adalah menemukan bahan genetik virus. PCR memperkuat materi genetik sehingga dapat dengan mudah mendeteksinya," ujarnya.

Bahan untuk pengujian Covid-19 bersifat generik. Namun, unsur tes yang dikenal sebagai primer atau kait yang digunakan untuk mencocokkan bahan genetik dengan virus yang menyebabkan corona cukup unik.

Tes darah juga perlu dilakukan. Upaya ini bisa mendeteksi seseorang yang sebelumnya sudah tertular virus.

Tes-tes ini berguna untuk mengetahui apakah seseorang mungkin telah memiliki kekebalan.

Setelah sampel diambil, sampel itu dibawa ke laboratorium dan diuji. Hasilnya lalu disampaikan ke para profesional medis, baru diserahkan kepada pasien.

Menurut Harrison, laboratoriumnya memerlukan waktu sampai 48 jam dari waktu pengumpulan, hingga akhirnya pasien mengetahui hasilnya.

Sementara Pisttol mengatakan, di Victoria, pasien diberitahu menunggu hasil tes antara 48-72 jam.

Dokter dari John Curtin School of Medical Research Universitas Australia Dr Gaetan Burgio, kecepatan menjadi hal yang sangat penting dalam penanganan pandemi corona.

"Para pasien, pada prinsipnya, terisolasi menunggu hasil. Tetapi pasien tidak mungkin patuh. Memberikan hasil dengan cepat memungkinkan untuk dengan cepat mendeteksi positif dan menindak lanjuti pasien dalam isolasi atau karantina," ujar dia.

Deteksi virus yang cepat, bakal mengurangi jumlah pasien yang sesungguhnya tak perlu ditangani.

Lewin mengatakan, tes cepat untuk corona sudah ada dan bisa diselesaikan dalam waktu 30 menit. 

Tes cepat terbaru dengan turn around sekitar 15 menit, dapat menghilangkan kecemasan dan kekhawatiran.

Namun, para ahli memperingatkan bahwa tes ini kemungkinan kurang akurat daripada tes PCR berbasis laboratorium, karena mereka mencari antibodi, bukan virus tersebut. (The Guardian)

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0