COVID-19, Jadi Nama Resmi Penyakit Virus Corona Tipe Baru :: Nusantaratv.com

COVID-19, Jadi Nama Resmi Penyakit Virus Corona Tipe Baru

Dalam Enam Pekan Terakhir Ini Virus Corona Telah Menginfeksi Lebih Dari 40.000 Warga Tiongkok dan Menewaskan Lebih Dari 1.000 Orang.
COVID-19, Jadi Nama Resmi Penyakit Virus Corona Tipe Baru
Sejumlah staf di rumah sakit Palang Merah Wuhan, China, yang membantu penanganan pasien yang terinfeksi virus corona. (Tribunnews)

Jakarta, Nusantaratv.com - Virus corona yang baru ditemukan pertama kali di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, dan dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia(WHO) pada 31 Desember 2019, telah menyebar dengan cepat ke seluruh daratan Negeri Tirai Bambu itu.

Dalam enam pekan terakhir ini telah menginfeksi lebih dari 40.000 warga Tiongkok dan menewaskan lebih dari 1.000 orang. Selama waktu itu, virus corona memiliki nama pengganti 2019-novel coronaviurs (2019-nCoV) alias virus corona tipe baru, sementara penyakit pernapasan yang disebabkannya tetap tidak disebutkan namanya.

Dilansir dari Cnet, WHO pada Selasa (11/2/2020), secara resmi memberikan nama penyakit yang disebabkan oleh virus corona, yakni COVID-19'. Dimana 'CO' mewakili 'corona', 'VI' untuk 'virus' dan 'D' untuk penyakit. Sedangkan '19' berkaitan dengan tahun ketika kasus virus corona pertama ditemukan di China.

The Coronavirus Study Group, bagian dari Komite Internasional tentang Taksonomi Virus, bertanggung jawab atas penamaan virus corona tipe itu. Virus ini akan dikenal sebagai SARS-CoV-2.

Baca Juga: Sampel Vaksin Coronavirus Telah Mulai di Uji Coba pada Hewan

Virus corona tipe baru ini memiliki kesamaan genetik dengan virus yang menyebabkan epidemi SARS pada 2002-2003. Konvensi penamaan sangat mirip, tetapi agak membingungkan. SARS, yakni penyakit sindrom pernafasan akut yang parah, sementara SARS-CoV adalah virus yang menyebabkan penyakit.

Nama resmi ini akan membantu mencegah ketidakakuratan dan stigmatisasi sekaligus juga menyediakan format standar untuk setiap wabah di masa depan, WHO mengatakan selama briefing media untuk memberikan informasi terbaru tentang wabah tersebut.

"Di bawah pedoman yang disepakati antara WHO, Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan dan Organisasi Pangan dan Pertanian, kami harus menemukan nama yang tidak merujuk ke lokasi geografis, hewan, individu atau kelompok orang, dan yang juga dapat diucapkan dan terkait dengan penyakit itu," kata Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO.

WHO mengatakan sedang membantu negara-negara lain dengan cara mencegah penyakit dan bagaimana membantu mereka yang sudah terjangkit penyakit virus corona tersebut.

Kekhawatiran tentang penyebaran virus baru di seluruh dunia telah menciptakan malapetaka pada perjalanan internasional ke dan dari daratan China. Hal ini menyebabkan penutupan sejumlah perusahaan teknologi di China dan secara dramatis mengurangi daftar peserta untuk Mobile World Congress (MWC) tahun ini, di Barcelona, Spanyol, yang digelar akhir Februari ini.

Sejumlah nama besar, seperti Amazon, Sony, Nvidia, LG telah mengonfirmasi bahwa mereka akan absen pada pameran teknologi seluler terbesar di dunia, dengan alasan masalah kesehatan masyarakat.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0