Coba Deh Tak Merokok 2 Hari, Ini yang Akan Terjadi Pada Tubuh :: Nusantaratv.com

Coba Deh Tak Merokok 2 Hari, Ini yang Akan Terjadi Pada Tubuh

Berhenti merokok akan berpengaruh positif pada organ tubuh. Tidak perlu waktu lama, perbaikan kondisi kesehatan tersebut terjadi dalam waktu cepat.
Coba Deh Tak Merokok 2 Hari, Ini yang Akan Terjadi Pada Tubuh
Perokok pasif berpeluang 4 kali lipat terkena kanker paru./winnetnews.com

Nusantaratv.com - Merokok mati, tak merokok juga mati, enak merokok sampai mati. Mungkin penggalan kalimat ini sering Anda dengar oleh perokok aktif di sekitar Anda. Memang bagi mereka ahli hisap yang sudah mengkonsumsi rokok dalam waktu lama, akan sangat sulit untuk menghentikan kegiatan tersebut.

Padahal, berhenti merokok akan berpengaruh positif pada organ tubuh. Tidak perlu waktu lama, perbaikan kondisi kesehatan tersebut akan terjadi dalam waktu cepat.

Nah, lembaga pelayanan kesehatan masyarakat asal Inggris, National Health Service (NHS), dari Daily Star seperti dilansir dari Solopos, mengungkapkan detak jantung akan kembali normal 20 menit setelah berhenti merokok.

Baca Juga: Daftar Pekerja dengan Risiko Tinggi Terserang Kanker

Setelah 8 jam berhenti merokok, kadar nikotin dan karbon monoksida dalam darah Anda akan berkurang lebih dari setengah. Lalu kadar oksigen dalam darah juga kembali normal setelah berhenti merokok.

Bukan hanya itu, karbon monoksida dalam tubuh akan berkurang drastis setelah 48 jam tak mengisap asap rokok. Pada titik itu, paru-paru akan membersihkan lendir dan mengisap puing-puing dari tubuh.

Beberapa orang mungkin juga akan mengalami peningkatan kemampuan indra penciuman, lantaran tak ada lagi nikotin yang tersisa di dalam tubuh. Selang 72 jam, pernapasan Anda akan lebih mudah, saluran bronkial akan rileks dan Anda merasa lebih energik.

Jika Anda kuat 12 pekan tidak merokok, maka sirkulasi darah dan oksigen dalam tubuh Anda akan meningkat. Anda baru bisa merasakan peningkatan fungsi paru-paru hingga 10% setelah tiga hingga sembilan bulan berhenti merokok.

Selain itu, Anda juga akan lebih jarang mengalami batuk-batuk. Jika Anda berhasil berhenti merokok selama satu tahun, risiko penyakit jantung akan menurun hingga setengahnya. NHS mengklaim risiko kanker paru-paru juga akan menurun setelah 10 tahun berhenti merokok.

Terlepas dari penurunan risiko kanker paru-paru, NHS menegaskan berhenti merokok bukan berarti tak berisiko terkena kanker paru-paru. Pasalnya, ada beberapa orang yang mengalami kanker paru-paru meski bukan perokok aktif.

Baca Juga: Makanan Ini Bisa Bersihkan Paru-paru Perokok Lho

Di sisi organ reproduksi, orang yang berhenti merokok juga akan lebih subur. Selain itu, gigi dan kulit akan memiliki penampilan lebih baik jika mampu berhenti merokok.

Laporan Southeast Asia Tobacco Control Alliance (SEATCA) berjudul The Tobacco Control Atlas, Asean Region menunjukkan Indonesia merupakan negara dengan jumlah perokok terbanyak di Asean, yakni 65,19 juta orang. Angka tersebut setara 34% dari total penduduk Indonesia pada 2016.

Sekira 79,8% dari perokok membeli rokoknya di kios, warung, atau minimarket. Adapun 17,6% membeli rokok dari supermarket. Di Indonesia terdapat 2,5 juta gerai yang menjadi pengecer rokok. Angka ini belum memperhitungkan kios penjual rokok di pinggir-pinggir jalan.

Sumber: topmedia.co.id

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0