Aktif Merokok Tapi Tak Kena Kanker Paru? Ini Penjelasannya :: Nusantaratv.com

Aktif Merokok Tapi Tak Kena Kanker Paru? Ini Penjelasannya

Perokok aktif merupakan kelompok yang paling rentan terkena kanker paru-paru.
Aktif Merokok Tapi Tak Kena Kanker Paru? Ini Penjelasannya
Perokok aktif merupakan kelompok yang paling rentan terkena kanker paru-paru./merahputih.com

Nusantaratv.com - Dokter spesialis onkologi adalah dokter yang khusus menangani dan mengobati penyakit yang diakibatkan oleh kanker. Penyakit ini memiliki angka kematian yang tinggi. Menurut World Health Organization (WHO), pada tahun 2015 saja sebanyak 8,8 juta orang meninggal akibat kanker. 

Penyakit kanker banyak terjadi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Sehingga wajar bila penyakit mematikan ini mendapat perhatian khusus di dunia kedokteran.

Banyak faktor yang menjadi pemicu seseorang menderita penyakit kanker, misalnya pola hidup yang tidak sehat, faktor lingkungan, hingga faktor keturunan (genetik). Di Indonesia sendiri, jumlah penderita kanker terus bertambah setiap tahunnya.

Salah satu penyakit kanker yang berbahaya adalah penyakit kanker paru-paru. Penyebab utama kanker paru-paru adalah kebiasaan merokok, sehingga perokok aktif merupakan kelompok yang paling rentan terkena kanker paru-paru. Namun, orang yang pernah merokok atau sering terpapar asap rokok juga berisiko menderita kanker paru-paru.

Rokok maupun asap rokok mengandung lebih dari 60 zat beracun yang dapat memicu perkembangan kanker (karsinogenik). Jenis zat beracun tersebut antara lain adalah nikotin dan tar. Nikotin dipakai sebagai bahan insektisida, sedangkan tar digunakan dalam pembuatan aspal jalanan.

Dokter spesialis paru dr Sita L Andarini PhD mengimbau para perokok aktif melakukan pemeriksaan medis tahunan. Hal itu bertujuan untuk mencegah dan deteksi dini terjadinya panyakit kanker paru.

“Perokok aktif 14 kali lipat berpotensi mengidap kanker paru, sementara perokok pasif atau terpapar asap rokok empat kali lipat berpotensi terkena kanker,” jelas Sita di Jakarta, Rabu.

Selama ini banyak perokok aktif enggan memeriksakan dirinya dengan alasan tidak menderita sakit berat seperti kanker paru-paru, karena itu mereka enggan berhenti merokok.

Baca Juga: Begini Cara Membedakan Gejala Bronkitis dan Batuk Biasa

Menurut Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Dr dr Agus Dwi Susanto SpP(K), bahwa paru-paru diciptakan bukan untuk dialiri udara yang beracun, tetapi untuk udara yang bersih. 

“Tidak ada ceritanya paru-paru tetap sehat kalau dialiri udara beracun,” kata dia. 

Paparan asap rokok tidak hanya menjadi pemicu dari kanker paru, tetapi juga berbagai penyakit berbahaya lainnya. 

Hal itu dikarenakan kandungan yang karsinogenik sebagai pemicu kanker, terbukti secara medis terdapat dalam komponen bahan pembuatan rokok apapun jenisnya baik konvensional maupun elektronik. 

Berhenti merokok sesegera mungkin akan memperkecil orang tersebut terkena kanker paru yang mematikan. 

“Kalau ada orang mengatakan merokok tapi tidak sakit, risiko penyakit lain juga bisa terjadi bukan hanya kanker paru saja,” tuturnya. 

Aktif merokok, tapi kenapa tidak ada gejala sakit? 

Untuk diketahui, kanker atau tumor yang tumbuh dan berada di tengah bagian paru memang tidak akan menimbulkan gejala yang menyakitkan. 

Tetapi ketika sel kanker tersebut telah menyebar dan mengganggu bagian organ lainnya seperti syaraf dan menyumbat saluran pernapasan, barulah orang tersebut akan merasakan sakit. Seperti sesak nafas, nyeri dada, dan batuk berlebihan hingga berdarah. 

“Karena gejalanya enggak ada di awal tumor muncul di paru, itulah banyak yang terlambat ke dokter, pas ke dokter tahu-tahu sudah stadium 4,” ucap dia. 

Baca Juga: Tak Hanya Merokok, Ini Penyebab Lain Dari Kanker Paru

Umumnya, pada fase stadium awal, kanker paru tidak memiliki gejala yang berarti di tubuh pasien. Sementara, gejala muncul saat kanker sudah memasuki stadium lanjut yaitu 3-4, di mana sel kanker telah menyebar dan menyerang organ lain. 

Pada fase kanker stadium 4, angka harapan hidup menjadi sangat kecil sekali dibandingkan fase stadium awal 1 dan 2. 

Rokok menjadi faktor risiko utama kanker paru yang menjadi penyebab banyaknya kematian pada pria. Berdasarkan banyak penelitian, kata Agus, 90 persen perokok aktif pasti akan mendapati penyakit.

Sumber: kompas.com

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0